Michael Jordan

Jadihappy.com | Michael Jordan banyak di kenal sebagai salah satu pemain basket terhebat sepanjang masa. Bersama Chicago Bulls ia berhasil meraih enam cincin juara dan sejumlah prestasi lainnya, kini telah pensiun. Jordan juga dikenal sebagai pebisnis yang handal.

Berikut kisah perjalanan hidup Michael Jordan dan apa yang membuat dia bisa sukses seperti sekarang. Semoga kisah ini bisa menginspirasi.

Michael Jordan Kecil

Michael Jordan lahir pada 17 Februari 1963 di Brooklyn New York. Ia tumbuh di Wilmington North Carolina bersama empat saudaranya. Pada awalnya olahraga yang di geluti bukanlah basket, melainkan baseball.

Kecintaannya terhadap basket mulai tumbuh ketika ayahnya membuat lapangan kecil di belakang rumahnya. Jordan dan kakaknya Larry sering menghabiskan waktu sampai larut malam bermain 1 lawan 1. Dari sinilah jiwa kompetitif Jordan muncul.

Selain di lapangan basket jiwa kompetitif Jordan juga tumbuh dalam bidang bisnis. Walaupun berasal dari keluarga yang cukup mampu, ayahnya mengajar Jordan dalam berbisnis sejak dari kecil.  Ia mendapatkan tantangan untuk menjual baju bekas dengan harga lebih tinggi dari pasarannya.

Ketika usianya baru 13 tahun, saat ayahnya meminta ia menjual baju bekas dan menanyakan harganya ia menjawab ia mampu menjual dengan harga Satu dollar. Namun ayahnya malah memintanya untuk menjual dengan harga dua dollar. Tanpa mengeluh Ia berpikir untuk menemukan caranya, ia menyetrika dan mencuci baju tersebut sebelum di,jual, walau sulit akhirnya ia berhasil menjual baju tersebut.

Tantangan ini semakin hari di buat semakin berat, hingga ia di minta untuk menjual sebuah baju dengan harga 200 dollar. Walaupun terdengar tak masuk akal, ia mengiyakan tantangan tersebut. Tak di sangka 2 bulan kemudian, dia berkesempatan bertemu seorang aktris pertama Farrah Fawcett bintang film di Charlies Angels.

Di kesempatan itu ia menerobos penjagaan hanya untuk mendapatkan tanda tangan di baju tersebut. Akhirnya ia sukses menjual bajunya seharga 1200 dollar.

Masuk Dunia Basket

Di lapangan basket jiwa kompetitifnya di uji saat baru masuk jenjang SMA. Saat itu Jordan mengikuti seleksi untuk masuk tim utama sekolahnya, namun skill dan tinggi badan Jordan di nilai belum cukup, ia pun gagal terpilih.

Jordan menangis di kamarnya, ia bersedih namun tekadnya tetap membara. Di barengi dengan pertumbuhan badannya Jordan berlatih tanpa Kenal lelah. Di tahun berikutnya ia pun terpilih masuk tim utama.

Berkat penampilan impresif selama di sekolah Ia pun mendapatkan beasiswa dan dapat berkuliah di University of North Carolina. Di sini Jordan berhasil memenangkan satu kejuaraan NCAA. Pada pertandingan final ia melesakkan tembakan kemenangan saat bertanding melawan Universitas Georgetown.

Semasa kuliah Jordan terpilih sebagai NCAA player of the years selama dua kali. Karena itulah setelah lulus Ia memutuskan untuk ikut NBA draft 1984, Chicago Bulls pun memilihnya di urutan ketiga.

Tapi sebelum mainkan pertandingan NBA pertamanya, Jordan berkesempatan mewakili Amerika Serikat dalam olimpiade tahun itu dan dia berhasil meraih medali emas.

16 Likes

Author: jadihappy

Tinggalkan Balasan